Kajian Muamalah

Hati menjadi tenang karena terbebas dari rezeki yang tidak halal seperti riba.

HIDUP BERKAH DENGAN EKONOMI SYARI’AH

Asyari Suparmin | Selasa, 04 Juli 2017 - 13:46:47 WIB | dibaca: 192 pembaca

ekonomi syariah

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini begitu hijau lagi manis. Maka barangsiapa yang mengambilnya dengan kesederhanaan jiwa, niscaya akan diberkahi. Dan barangsiapa mengambilnya dengan kemuliaan jiwa, niscaya tidak diberkahi; layaknya orang yang makan, namun tidak pernah merasa kenyang".( HR al Bukhari, kitab az Zakat)

 

1)            Hati menjadi tenang karena terbebas dari rezeki yang tidak halal seperti riba.  riba adalah sesuatu yang diharamkan dalam syari’at Islam berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’ (kesepakatan kaum muslimin).” Beberapa dalil tentang keharaman riba adalah :

“Allah menghilangkan berkah riba dan menyuburkan shadaqah, dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. (QS. Al-Baqarah: 270). 

Adapun dampak buruk jika memakan riba adalah :

a)      Riba memberikan dampak negatif bagi akhlak dan jiwa pelakunya. 

b)     Riba Lebih Buruk dosanya dari Perbuatan Zina, “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

c)     Pemakan harta riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan seperti orang gila. 
(QS. Al-Baqarah: 275)

d)      Sebab tidak dikabulkannya doa

2)            Mendapatkan limpahan pahala karena mencari rezeki yang halal termasuk bagian dari ibadah.

”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)

3)            Mendapat kecintaan Allah SWT

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pun bersabda,

” sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah dalam (lelah) dalam mencari rejeki yang halal.” (HR. Ad-Dailami)

4)            Mendapatkan pahala setara dengan jihad

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli).

Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla.” (HR. Ahmad)

 

5)            Mendapatkan pahala ukhuwah Islamiyyah karena dengan menerapkan ekonomi syari’ah langsung maupun tidak langsung dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ummat Islam.

“Dari Abu Hurairoh berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, ‘’barang siapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa memberi kelonggaran kepada orang yang susah, niscaya Allah akan memberi kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barang siapa menutupi aib seorang muslim,  niscaya Allah menutupi aib diadi dunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hambanya menolong saudaranya. (H.R.Muslim)

6)            Menerapkan ekonomi syari’ah termasuk ikut melakukan syi’ar Islam  dan turut mendukung kemajuan lembaga Islam.

7)             Menerapkan ekonomi syariah berarti mendukung gerakan amar ma’ruf nahi munkar, sebab dana yang terkumpul tersebut hanya boleh dimanfaatkan untuk usaha-usaha atau proyek –proyek halal.

“SAATNYA  HIJRAH DALAM EKONOMI SYARIAH”