Aqidah

Islam agama yang sempurna aturan syariatnya dalam menjamin kemaslahatan bagi umat Islam serta membaw

ISTIQAMAH DALAM KETAATAN PADA SYARIAH BUKTI KUALITAS IMAN

Asyari Suparmin | Jumat, 07 Juli 2017 - 05:46:50 WIB | dibaca: 192 pembaca

KETAATAN_PADA_SYARIAH

ISTIQAMAH  DALAM KETAATAN PADA SYARIAH BUKTI  KUALITAS IMAN

“Asyari Suparmin

Islam agama yang sempurna aturan syariatnya dalam menjamin kemaslahatan bagi umat Islam serta membawa mereka meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala berfirman,

{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا}

Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agamamu” (QS. Al Maaidah:3).

Nikmat Allah Ta’ala yang terbesar bagi umat Islam, karena Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama ini bagi mereka, sehingga mereka tidak butuh kepada agama selain Islam, juga tidak kepada nabi selain nabi mereka (nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di antara ciri utama seorang muslim merasa ridha dan menerima dengan sepenuh hati semua ketentuan syariat

Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah “Akan merasakan kelezatan iman (kesempurnaan iman), orang yang ridha pada Allah Ta’ala sebagai Rabbnya dan islam sebagai agamanya serta Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya

Disisi Lain Hikmah dari ketaatan pada syariah itu kembali pada ummat manusia Misalnya PENYEMBELIHAN CARA SYARI.

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim  membuktikan . Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras).  Dan menghasilkan DAGING YANG SEHAT  sebaliknya penyembelihan cara barat dengan pemingsanan terlebih dahulu menyebabkab darah beku yang menjadikan DAGING TIDAK SEHAT

Sering kita temui dalam sehari-hari hokum syariah jadi bahan EJEKAN misalnya poligami, yang godaan syetan menyimpulkan Penindasan pada kaum wanita, hokum potong tangan adalah keasdisan, dan sebagianya

seluruh amal perbuatan manusia di dunia akan dipertanggungjawabk an di hadapan Allah kelak di hari akhir. Artinya, tidak ada satu perbuatan pun yang lepas dan bebas dari pengawasan dan perhitungan Allah. Amal perbuatan manusia hanya dianggap benar jika amal tersebut adalah amal yang dilaksanakan berdasarkan perintah (hukum) Allah. amal yang diterima Allah hanyalah amalan yang dijalankan di atas rel hukum (perintah dan larangan) Allah. Amalan disini bersifat umum, baik dalam aspek ibadah maupun muamalah.

Di tilik dari pemahaman tersebut seyogyanya setiap ada perintah maupun larangan Jawaban yang bEnar bila di seru oleh ALLAH dan Rasulnya adalah SAMI’NA WA ATHO’NA

Sebagai Muslim tidak perlu alas an apalagi membandingkan dengan yang lain  BAGAIMANA MUNGKIN  yang HALAL di bandingkan dengan yang jelas HARAM, seperti BANK SYARIAH, ASURANSI SYARIAH juga yang lainnya, RIBA jelas Haramnya mengapa masih ragu dengan sekedar penampilan luar seakan KONVEN itu lebih BAIK.

Hukum-hukum Islam yang dirasakan tidak sesuai dengan kemauan/keinginan sebagian orang, seperti poligami, yang dengan mengingkari atau membenci hukum Allah Ta’ala tersebut, bisa menyebabkan pelakunya murtad/keluar dari agama Islam, na’uudzu billahi min dzaalik. Allah Ta’ala berfirman menceritakan sifat orang-orang kafir,

{ذَلِ"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada ketentuan (syariat) yang diturunkan Allah sehingga Allah membinasakan amal-amal mereka” (QS Muhammad:9).

Oleh karena itu, dalam memahami dan melaksanakan syariat Islam hendaknya kita selalu waspada dan behati-hati dari dua senjata utama godaan setan untuk memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah Ta’ala:

pertama: sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam memahami dan menjalankan ketentuan syariat-Nya, terlebih lagi dalam menjalankan ketentuan syariat yang dirasakan cocok dengan kepentingan hawa nafsu.

kedua: sikap meremehkan dan kurang dalam memahami dan melaksanakan ketentuan syariat Allah Ta’ala, yang ini sering terjadi pada sebagian hukum syariat Islam yang dirasakan oleh sebagian orang tidak sesuai dengan kemauan hawa nafsunya

Salah seorang ulama salaf ada yang berkata, “Setiap Allah Ta’ala memerintahkan suatu perintah (dalam agama-Nya) maka setan mempunyai dua macam godaan (untuk memalingkan manusia dari perintah tersebut): [1] (yaitu godaan) untuk (bersikap) kurang dan meremehkan (perintah tersebut), dan [2] (godaan) untuk (bersikap) berlebih-lebihan dan melampaui batas (dalam melaksanakannya), dan dia tidak peduli dengan godaan mana saja (dari keduanya) yang berhasil (diterapkannya kepada manusia)”[5].

‘MARI BERHIJRAH KE SYARIAH TOTAL sehingga LEBIH BERKAH”

Wallohu a’lam bishowab