Fiqh Syariah

Ekonomi Syariah menyelematkan kita dari Riba

KENAPA HARUS EKONOMI SYARIAH

Asyari Suparmin | Sabtu, 09 Januari 2016 - 18:46:02 WIB | dibaca: 284 pembaca

Kenapa harus ekonomi syariah

KENAPA HARUS EKONOMI ISLAM?
---------------------------------------------

Diriwayatkan dari Abu Bar-zah al Aslami, ia berkata: Ra-sulullah Saw. bersabda: “Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya, untuk apa ia amalkan, tentang hartanya, darimana ia dapatkan dan kemana ia gunakan, tentang badannya, untuk apa ia manfaatkan.
(HR. Tirmidzi) 

Dalam hadits ini, ada 4 perkara yang akan ditanya, namun HARTA ditanyakan dua hal, dari mana mendapatkan dan untuk apa dibelanjakan. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam sangat memberi perhatian tentang masalah harta. Berbicara harta, maka kita juga berbicara tentang uang, dan jika berbicara tentang uang, kita akan membahas EKONOMI.

Ada beberapa alasan kenapa kita musti mengaplikasikan ekonomi syariah. PERTAMA, syariah merupakan integral dari Islam. As we know, Islam itu mencakup Aqidah, Syariah, dan Akhlak. Aqidah mengatur kehidupan kita tentang keyakinan terhadap Allah. Keyakinan terhadap Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa sifat. Syariah adalah rule atau aturan bersikap antara manusia yang disebut dengan muamalah, dan aturan bersikap dengan sang Pencipta yang disebut dengan ibadah. Akhlak adalah bagaimana manusia bertingkah laku. Ketiga hal ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. 

Syariah ini terbagi menjadi dua, yaitu ibadah dan muamalah. Nah, dalam bermuamalah ini terbagi lagi kepada politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan semua yang menyangkut antara hubungan seseorang dengan yang lainnya. Untuk itu, berekonomi juga perlu diatur dalam koridor syariah agar sesuai dengan ajaran serta nilai-nilai Islami. Maka dalam ekonomi syariah ini cara berdagang, bertani, berternak, bahkan berbisnis semua diatur. Jika kapitalisme itu berparadigma mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan cara apa saja, maka di syariah tidaklah demikian. Motif berdagang, berbisnis adalah menggapai falah, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Perlu menjadi catatan. Bank Syariah bukanlah Keuangan Syariah. Keungan Syariah bukanlah Ekonomi Syariah. Dan Ekonomi Syariah bukanlah Syariah. Karena Bank Syariah hanya bagian dari Keuangan Syariah. Keuangan Syariah adalah bagian dari Ekonomi Syariah. Dan Ekonomi Syariah adalah bagian dari Syariah. Jadi, kalau kita mau membicarakan Ekonomi Syariah itu sangat banyak sekali. Ekonomi Syariah tidak sekedar Bank Syariah, Asuransi Syariah, Pegadaian Syariah, tapi juga mencakup Pertanian, Peternakan dan masih banyak sektor yang lainnya.

KEDUA, ekonomi syariah yang melarang adanya Riba ini merupakan pelarangan umum dari seluruh agama samawi. Jadi, dengan berekonomi syariah, maka ke-Islaman ummat Islam mendekati sempurna. Dikatakan dalam salah satu Firman Allah, "Afatu'minuuna biba'dhil kitaab wa takfuruuna biba'dhin?" Yang artinya, apakah engkau mengimani sebagian isi Al-Quran dan mengkufuri yang lainnya? Ayat ini asbabun nuzulnya karena kebiasaan kaum Yahudi yang mengimani sebagian isi al-Kitab dan mendustasakan yang lainnya. 

Demikianlah artinya tidak sempurna imannya. Misalnya adalah seperti ini, kita sholat dengan syariat Islam, berpuasa juga dengan syariat Islam, dan bentuk ibadah lainnya kita dengan syariat Islam. Nah, tiba berdagang, dan bertransaksi kita ga pakai syariat Islam. ATM kita masih bank Ribawi. Jualan kita juga masih bohong-bohongan. Minejmin duit ke temen masih minta tambahan. Ini artinya kita beriman pada sebagian Quran dan mendustakan isi Quran yang lainnya. Lanjut dalam Firman Allah, balasan bagi mereka adalah kecelakaan hidup di dunia. Artinya, model manusia yang demikian, hidupnya ga berkah.
 
Dan yang menakjubkan, larangan Riba (bunga bank) ini juga dilarang oleh agama lain. Ulangan 23 : 19, "Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apa pun yang dapat dibungakan." Imamat 25 : 36, Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. Dan masih banyak ayat dari perjanjian lama yang melarang riba. Jadi, a yang menakjubkan, larangan Riba (bunga bank) ini juga dilarang oleh agama lain. Ulangan 23 : 19, "Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apa pun yang dapat dibungakan." Imamat 25 : 36, Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. Dan masih banyak ayat dari perjanjian lama yang melarang riba. Jadi, agama Kristen pun melarang Riba. Maka jika umat Islam masih bertransaksi riba, artinya lebih buruk daripada umat Kristen yang taaat.

KETIGA, industri syariah mulai berkembang dengan sangat pesar. Dari munculnya perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, Baitul mal wa tamwil, pegadaian syariah, koperasi syariah, bahkan juga terdapat hotel syariah dan wisata syariah. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di berbagai belahan dunia yang lainnya. Bahkan Inggris berlomba dengan Indonesia, Malaysia dan Qatar untuk menjadi pusat Ekonomi Islam di dunia. Dan uniknya, produk syariah ini tidak hanya dinikmati oleh umat muslim, non muslim pun sudah banyak yang percaya terhadap sisem ekonomi syariah. Mereka berpendapat bahwa sistem ini lebih logis dan adil. 

KEEMPAT, ekonomi syariah dapat fleksibel dengan gaya hidup ummat manusia. Ingat dasar hukum dalam muamalah itu boleh. Dalam kaidah fiqh, "al ashlu fil muamalah al ibahah, illa maa dalla dalil 'ala tahrimihaa." Asal dalam muamalah itu BOLEH kecuali ada dalil yang melarangnya. Jadi hukum dalam muamalah itu, lakukan saja selama tidak ada dalil yang melarangnya. Berbeda dengan ibadah, selama tidak ada dalil yang menyuruh ya jangan dilakukan. Perintah subuh itu 2 rakaat, ga boleh nambah jadi 4 rakaat. Demikianlah beda antara muamalah dengan ibadah. Nah, ekonomi syariah ini fleksibel dengan life style ummat Islam.

Ummat Islam Indonesia diperkirakan akan menguasai 4 F, yaitu Food, Fashion, Fun, dan Finance. Keempat elemen ini tercakup dalam ekonomi syariah. Food, sudah banyak banget makanan halal di Indonesia. Label Halal Indonesia menjadi benchmarking bagi label halal negara lain. Makanan terlezat di dunia adalah rendang, dan ini halal. Indonesia bisa menguasai dalam hal halal food ini. Indonesia mampu menjadi kiblat.

Fashion, fenomena ummat Islam sekrang sudah banyak yang berjilbab. Dan ini menjadi pangsa pasar tersendiri. Bangsa Indonesia sangat kreatif. BUsana muslim di Indonesia sangat variatif. Beda halnya dengan negara di timur tengah yang hanya satu dua warna, di Indonesia banyak warna tersedia. Hanya di Indonesia terdapat 66 tutorial cara memakai jilbab. Jika di timur tengah, paling satu dua model. 

Fun, industri hiburan juga sudah marak dengan gaya hidup Islami. Film-film bernafaskan Islam sudah mengalahkan film-film sekuler. Dan ini peluang bagi bangsa Indonesia untuk menjadi kiblat ekonomi syariah. Dan terakhir adalah finance. Industri keuangan Indonesia juga tidak kalah dengan industri keuangan syariah dari negara lain.

Dengan keempat alasan inilah kita harus yakin untuk berekonomi secara islami. Selian keempat hal ini, masih banyak alasan kenapa kita harus yakin untuk berekonomi islami.
 
"Al Haqqu min Rabbika, falaa takunanna minal mumtariin."