Dakwah Kisah

Sesungguhnya, sedekah itu memadamkan panasnya kubur dan hanyalah seorang Mukmin yang mendapatkan nau

KEUTAMAAN SEDEEKAH

Asyari Suparmin | Minggu, 04 Agustus 2019 - 21:30:52 WIB | dibaca: 33 pembaca

KEUTAMAAN SEDEKAH BAGI KEHIDUPAN

Suatu ketika, terdapat seorang lelaki berusia enam puluh tahun lebih datang ke rumah sakit lantaran mengeluhkan dadanya yang sesak. Dia pun menjalankan segala macam pemeriksaan dari dokter penyakit dalam. Hingga akhirnya, dokter menemukan sesuatu yang mengejutkan pada jantungnya, yaitu alat pemompa darah dan sumber kehidupan manusia itu tidak lagi berdetak. Mati secara total, kedua katupnya.

Dokter tidak percaya hingga akhirnya mengumpulkan semua rekannya untuk meneliti. Kemudian, salah seorang dokter senior dari Eropa menemukan sesuatu. Ternyata ada sebuah katup kecil di bawah jantung yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh, menggantikan fungsi jantung itu sendiri. Itulah yang membuat lelaki senja tersebut masih berumur panjang.

Lantas, apa penyebab lelaki itu bisa memiliki katup kecil tersebut tanpa ada operasi apa pun? Jawabannya, ada pada kebiasaan yang dia lakukan. Seumur hidup dia tidak pernah sekalipun melewatkan sedekah. Sesibuk apapun,  dia selalu menyempatkan diri untuk hadir di acara amal, sekalipun hanya duduk melihat berlangsungnya acara. Ternyata itulah yang menjadikan lelaki tersebut mampu bertahan hidup sekalipun jantungnya berhenti berdetak.

Itulah sedikit dari keutamaan sedekah yang tidak diketahui banyak orang. Masih ada lagi yang lainnya, di antaranya:

 

1.    Dilipatgandakannya Rezeki oleh Allah SWT.

Bagaimana Allah mengganti dan menggambarkan balasan terhadap orang yang bersedekah dapat dilihat dalam surat Al-Baqarah ayat 261, yang artinya “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Mahamengetahui.”

Jelas sekali bahwa Allah akan mengganti harta yang disedekahkan seseorang dengan jumlah yang tidak terkira. Secara tidak langsung dengan bersedekah Anda sudah membuat tabungan untuk masa depan.

 

2.    Pahala yang Dilipatgandakan

Setiap amal ibadah yang dikerjakan pasti mendapatkan balasan dari Allah. Salah satunya pahala, tabungan untuk di akhirat nanti. Begitu pun bersedekah, Allah SWT tidak tanggung-tanggung dalam memberikan balasan kepada hamba-Nya yang mau menyumbangkan harta di jalan yang dirihdoi.

Seperti yang termaktub dalam surat Al-Hadid ayat 18, yang artinya,

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“.

Kemudian dalam dalil lain juga dijelaskan bagaimana Allah SWT memberi limpahan pahala kepada orang yang bersedekah. Allah berfirman yang artinya:

Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqoroh: 261).

 

3.    Mendapat Perlindungan di Hari Akhir

Di akhirat nanti, amalan yang dapat memberi naungan kepada manusia adalah sedekah. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis, “Sesungguhnya, sedekah itu memadamkan panasnya kubur dan hanyalah seorang Mukmin yang mendapatkan naungan pada hari kiamat nanti dengan sedekahnya.” (HR Thabrani dan Baihaqi).

 

4.    Amalan yang Tidak Putus Sampai Mati

Keutamaan sedekah yang satu ini sungguh menunjukkan betapa tingginya manfaat sedekah untuk kehidupan dunia & akhirat. Amalan-amalan yang dilakukan di dunia akan terputus setelah meninggal, tapi tidak dengan sedekah yang tidak akan pernah tarputus sampai hari akhirat nanti.

Seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda,

Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu : Shodaqoh jariah, anak yang soleh yang memohonkan ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya”.

 

5.    Menghindarkan dari Mara Bahaya

Sedekah mampu menolak bala dan murka dari Allah, sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda: “Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah“.

 

6.    Memberi Keberkahan pada Harta.

Dengan sering bersedekah, harta tidak akan berkurang melainkan semakin bertambah dan datang dari sumber yang tidak akan disangka-sangka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

 

7.    Mendapat Pintu Khusus untuk Masuk Surga

Orang-orang yang gemar bersedekah akan mendapat pintu khusus untuk masuk surga di akhirat nanti. Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang memberikan (menyumbangkan) dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

8.    Terhindar dari Penyakit Hati

Sedekah merupakan tindakan menyisihkan sedikit harta untuk membantu orang lain, sehingga orang yang rajin bersedekah akan terhindar dari penyakit hati dan pikirannya jauh lebih tenang. Tidak ada urusan dunia yang mendesaknya dan membuatnya iri melihat sekitar.

Sebagaimana sabda Rasulullah, “Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bersedekah.”

 

9.    Menghindarkan dari Api Neraka

Keutamaan sedekah lainnya adalah mampu menghindarkan dari panasnya api neraka, karena sedekah merupakan amalan yang disukai oleh Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah, artinya: “Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

 

10. Sedekah Dapat Menunda Kematian Seseorang

Pernah suatu masa, di zaman Nabi Ibrahim, beliau mendapat kabar dari malaikat yang datang berkunjung, jika akan ada seorang pemuda saleh yang meninggal tepat di malam pernikahannya. Nabi Ibrahim sedikit bimbang, antara memberi tahu pemuda tersebut perihal kabar menyedihkan itu atau membiarkan takdir Allah berjalan dengan semestinya. Maka, keputusan diambil. Nabi Ibrahim memilih mendiamkan, tidak memberi tahu sedikit pun pemuda itu kabar mengenai kematiannya.