Asuransi Syariah

kewajiban orang dalam melnjutkan generasi masa depan adalah mempersiap keturunan yang lebih baik,

Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak

Asyari Suparmin | Senin, 10 Juli 2017 - 13:23:06 WIB | dibaca: 191 pembaca

Memenuhi Pendidikan Anak

Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak

Diantara kewajiban orang dalam melnjutkan generasi masa depan adalah mempersiap keturunan yang lebih baik,  sehingga perlu diperpersiapkan dan di evaluasi setiap saat, sebagaimana perintah Allah

$pkš‰r'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£‰s% 7‰tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÑÈ  

18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Mempersiapkan biaya pendidikan anak memang tidak mudah, apalagi bila memiliki anak dengan usia masuk sekolah yang bersamaan terkadang membuat orangtua repot memikirkan keuangan keluarga dan bagaimana mempersiapkan dana pendidikan anak-anaknya. Misalnya dua orang anak yang duduk di kelas 6 SD dan kelas 3 SMP. Tahun depan orang tua harus membayar uang pangkal untuk anak-anak yang akan masuk SMP dan SMA bersamaan, dan selanjutnya tiga tahun kemudian untuk masuk SMA dan universitas.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan mempersiapkan dana sejak dini. Simak beberapa tips menyiapkan dana pendidikan dari Finansiala.

 1. Tentukan tujuan sekolah anak sampai tingkat universitas. Sekolah negeri dengan kualitas bagus dan biaya yang rendah sangat diidamkan, namun persiapkan kondisi juga jika anak harus masuk ke sekolah swasta dengan biaya yang lebih mahal. Berdiskusilah dengan anak untuk menentukan tujuan-tujuan sekolah dan universitas tersebut.

2. Survei biaya terutama uang pangkal untuk SD-SMA dan semua jenis biaya untuk universitas. Bila ada beberapa alternatif sekolah dengan jenis kurikulum yang serupa maka gunakan biaya rata-rata. Namun tidak menutup kemungkinan jika orangtua ingin menggunakan biaya sekolah yang termahal sebagai target untuk memacu kenaikan penghasilan (umumnya dilakukan oleh para entrepreneur atau freelancer).

3. Perkirakan biaya yang harus disiapkan nanti dengan asumsi kenaikan biaya 10 persen sampai 20 persen setiap tahunnya.

4. Alokasikan aset (misalnya tabungan, deposito, emas, reksadana, saham, nilai tunai asuransi) yang akan digunakan untuk dana pendidikan.

5. Bila aset yang dimiliki saat ini masih kurang atau tidak ada sama sekali maka lakukan investasi yang dapat mengimbangi kenaikan biaya pendidikan, dengan resiko yang sesuai dengan jangka waktu investasi.

Misalnya untuk dana yang harus siap tahun depan, maka produk yang sesuai adalah yang memiliki resiko rendah agar saat akan digunakan nilainya lebih stabil (tidak turun banyak akibat fluktuasi harga) dengan imbal hasil dibawah 5 persen, seperti tabungan deposito, tabungan dengan jangka waktu pendek, reksadana pasar uang.

Untuk jangka waktu menengah (satu sampai lima tahun), maka bisa diinvestasikan dalam produk dengan resiko moderat atau sedang dengan imbal hasil antara 5 sampai 15 persen, seperti emas, reksadana pendapatan tetap atau campuran. Untuk jangka panjang (lebih dari 5 tahun) dapat diinvestasikan dalam produk dengan resiko lebih tinggi dengan imbal hasil lebih dari 15 persen seperti saham atau reksadana saham.

6. Berinvestasilah dengan disiplin segera setelah menerima penghasilan agar tujuannyaa bisa tercapai. Jumlah dana yang diinvestasikan sangat bergantung pada target dana pendidikan, jangka waktu, dan produk investasi yang digunakan. contohnya, untuk investasi dalam bentuk reksadana bisa dilakukan mulai Rp 100 ribu, emas logam mulia dapat dibeli mulai dari pecahan 1 gram, sedangkan untuk saham dapat dibeli mulai dari 1 lot (100 lembar).

Sebagai contoh, untuk dana Universitas 6 tahun lagi dengan total biaya saat ini 200 juta dan asumsi inflasi 10 persen, maka dana yang harus tersedia saat itu sebesar Rp 350 juta. JIka berinvestasi pada produk dengan imbal hasil 20 persen per-tahun maka dana yang harus diinvestasikan sebesar Rp 2,5 juta per-bulan selama 6 tahun.

7. Persiapkan proteksi atas resiko berhentinya penghasilan agar invesstasi dapat terus berlanjut. Seperti saat pemberi nafkah meninggal dunia, sakit kritis, cacat tetap. Orangtua perlu mencari tahu apakah sudah ada perlindungan atau asuransi jiwa atau cacat tetap atau sakit kritis dari perusahaan tempat bekerja. Jika belum ada, maka orangtua perlu membeli sendiri dengan Uang Pertanggungan yang cukup setidaknya membayar utang (jika ada, biaya hidup sehari-hari, dan investasi dana pendidikan untuk jangka waktu hingga anak-anak mandiri.

Diantara asuransi yang di perlukan dan memiliki maafaat lengkap adalah Asuransi Pendidikan Syariah Takafulatau  FULNADI, manfaat nya meliputi pertama bila panjang umur hingga perjanjian berakhir akan mendapatkan perencaan pendidikan masuk TK, SD, SMP, SMA dan PT serta 4 tahun di PT, kedua  Bila pemegang polis Mengalami resiko umur pendek ahli waris akan mendapat Santunan hingg a 100 % dan penerima hibah atau anak akan mendapatkan tahapan pendidikan seperti awal, serta bia siswa setiap tahun hingga PT. ketiga Bila Pemegang polis mengalami Cacat tetap Total manfaatnya sama dengan  meninggal karena sakit, tahapan dan beasiswa,

Dikelola sesuai syariah dan iuran mulai dari 300.000/bulan

Konsultasi dan keikut sertaan bisa hubungi  08123026272 WA/SMS