Dakwah Kisah

MENGGAPAI PINTU RIZQI

Asyari Suparmin | Rabu, 20 Juni 2018 - 06:06:15 WIB | dibaca: 160 pembaca

buah

KEUTAMAAN MENCARI RIZQI

Kisah Umar ibnu Al-Khattab Bertemu dengan 3 Pemuda di Masjid yang Terus-Terusan Beribadah tapi Umar Menyeretnya Keluar,

Kedua tangan ini tercipta untuk bekerja. Jika tak disibukkan dalam kerja ketaatan, ia akan tetap bergiat dalam kemaksiatan. (Umar ibn Al-Khattab)

Bekerja adalah ibadah. Dan di antara makna itu, bekerja berarti menyempurnakan pengharapan kepada Allah. Sebab, tidak bekerja sering menjadikan seorang penganggur berharap-harap kepada makhluk. Mereka yang berharap hanya kepada Allah, bersandar padaNya, serta mengandalkan Dia, mewujudkan asanya dengan cara bekerja.

Adalah Sayyidina Umar ibn Al-Khattab, demikian Dr. Jaribah Al-Haritsi dalam Al-Fiqhul Iqtishad, menemukan tiga orang yang terus-menerus berada di Mesjid Rasulillah. Mereka mengikuti shalat berjama’ah, tapi seusainya sama sekali tak beranjak melainkan hanya duduk, berdzikir, dan membaca Al-Quran. Seakan-akan mereka terus-menerus dalam keadaan beri’tikaf.

Maka Al-Faruq Radiyallahu Anhu mendatangi mereka dan menanyai halnya satu demi satu. “Apa yang kalian kerjakan disini?”

Nanti kita tahu, bahwa jawaban mereka semua sama, “Kami beribadah kepada Allah, wahai Amirul Mukminin.”

Maka Umar melanjutkan pertanyaannya. “Jika kamu terus menerus berada disini,” ujar beliau, “lalu siapakah yang menanggung nafkah dan keperluanmu sehari-hari?”

 

Orang pertama menjawab, “Wahai Amirul Mukminin. Allah, Dzat yang Maha Kaya, menjamin rezeki seluruh makhlukNya yang melata di bumiNya. Maka janganlah engkau mengkhawatirkan kami, sebab Allah sebaik-baik Dzat yang menjaga, Dialah yang Maha paling Penyayang diantara semua yang penyayang.”

Umar mengangguk dan beranjak dari orang yang menjawab dengan kalimat iman ini. Beliau pun pergi menuju orang kedua yang berdiam disudut lain Masjid. Beliau pun menghardikkan pertanyaan yang sama.

“Wahai Amirul Mukminin,” demikian orang kedua ini menjawab dengan riang, “aku memiliki seorang saudara kandung yang amat kucintai dan dia pun mencintaiku. Tetapi kami memiliki kecenderungan yang berbeda. Dia amat menyukai perniagaan, serta dikaruniai keahlian untuk menanganinya. Adapun aku, beberapa kali mencoba berdagang pula, tapi nyaris semua berakhir dengan habisnya modalku. Lalu kami sepakat berbagi tugas. Aku terus-menerus akan bermunajat sebagai ahli ibadah di Mesjid Rasulillah dan mendoakan kelancaran usahanya. Adapun dia akan bekerja keras di pasar. Hasil usaha itu kami bagi dua untuk menafkahi kami sekeluarga.”

 

Umar tertawa mendengarnya. “Ketahuilah,” ujar beliau, “boleh jadi saudaramu itu hakikatnya lebih ahli ibadah dibanding dirimu!” Namun, beliau tetap membiarkannya. Sebab memang shahih adanya. Dalam riwayat Imam At-Tirmidzi dan Al-Hakim disebutkan bahwa Rasullulah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Boleh jadi seseorang mendapat rezeki bersebab ibadah anggota keluarganya.”

Saat menjumpai orang ketiga di sudut lain, Umar melihat pria ini sehat dan kuat tubuhnya, tapi kurang sungguh-sungguh orangnya. “Siapa yang menyediakan kebutuhanmu, hai hamba Allah?”

“Alhamdulillah,” jawab lelaki itu, “meski aku berdiam di Masjid, tapi setiap hari selalu saja ada orang yang memberikan kepadaku berbagai makanan dan uang. Padahal aku tidak memintanya. Maka sungguh inilah karunia Allah yang Maha Kaya.”

Orang ketiga ini, diseret dan didorong Umar keluar Masjid sampai terhuyung. Umar pun mengulurkan tongkat pada dirinya dan berkata “Pergilah! Dan bekerjalah di kebun milik Umar! Sungguh, demi Allah, kau telah membebani manusia dengan keberadaanmu di Masjid dan merusak dirimu dengan berharap-harap kepada mereka. Wahai hamba-hamba Allah, bekerjalah! Karena sesungguhnya anugerah Allah tidaklah diperoleh dengan duduk dan bermalas-malasan disertai berharap-harap pada pemberian sesama insan!”

8 pintu rezeki yang Allah berikan untuk hamba-hambanya

1. Rezeki Yang Telah Dijamin

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)".

(Q.S.11,Hud:6)

Contoh : Meskipun seorang anak yatim piatu tidak memiliki orangtua, namun ia akan tetap hidup sampai besar dirawat panti asuhan atau diadopsi oleh keluarga lain

2. Rezeki Karena Usaha

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

"dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (Q.S.53, An-Najm:39)

Contoh : Karena keuletan dalam usaha, kini bangsa Turki bisa makmur, padahal alamnya tidak begitu kaya.

3. Rezeki Karena Bersyukur

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S.14, Ibrahim:7)

Contoh : Brunei Darusalam baru-baru ini menerapkan syariat islam sebagai rasa syukur kepada Allah atas nikmatNya, maka mereka kini menemukan ladang gas baru kapasitas miliaran kubik.

4. Rezeki Tak Terduga

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

2. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

3. dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”

(QS.65, At Thalaq :2-3)

Contoh : Karena ketaqwaan penduduk Mekkah dan Madinah, siapa sangka minyak dan gas berada dibawah tanah Hijaz (Arab Saudi).

5. Rezeki Karena Istighfar

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

10. maka aku katakan kepada mereka: ´Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

(QS. 71,Nuh : 10-11)

Contoh : Kaum Nabi Yunus, setelah mereka bertobat maka Allah karuniakan kemakmuran bagi mereka sampai 40 tahun, riwayat lain mengatakan 80 tahun lamanya.

6. Rezeki Karena Menikah

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

32. Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 24, an-Nur : 32)

Contoh : Ketika masih bujangan, Abdurrahman bin Auf r.a hanya seorang penjual tali, namun setelah menikah ia menjadi pengusaha besar owner pasar Madinah.

7. Rezeki Karena Anak

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. 17, al-Isra 31)

Contoh : Yakub waktu mudanya hijrah dari rumahnya dan menjadi pengembala kambing, setelah menikah dan memiliki 12 anak, justru kambing-kambingnya juga makin bertambah banyak.

8.Rezeki Karena Sedekah

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah 245).