Asyari Suparmin

Dilahirkan  di Sragen, 53 tahun yang lalu,  15 km dari kota Solo, di karuniai 7 anak   5 pria dan 2 wanita.

Saat ini berdomisili  di perumahan kecil seputaran Jati Makmur  Bekasi. Pria yang dulu berperawakan gemuk saat ini Nampak lebih ramping dalam usia yang sudah setengah abad. Sejak kecil sudah terbiasa pekerja keras, dari pengalamannya... sejak kelas 2 SD sudah berjualan daun jati di tahun 72 an. Sambil sekolah pun disepedanya membawa jualanmampir  ke pasar sebelum menuju ke Sekolah. Atas dorongan cita cita ingin belajar setinggi tingginya namun tiadanya biaya, sehingga saat di terima di PTN tahun 1983 dengan sangat menyesal tidak di ambil dan Hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib di Jakarta.

Pendidikan S1 nya di selesaikan di Universitas Islam Assyafiiyah  jurusan Dakwah, sambil kuliah jualan majalah dan ngajar. Sementara S2 nya di raih ditempat yang sama dengan Jurusan Komunikasi Islam.

Sejak Mahasisiwa aktip di Senat Mahasiswa hingga Ketua BEM pertam, sedang di Extra aktif di HMI dari komisariat Ketua Umum Cabang hingga di PB HMI. Pasca kuliah menjabat Presidium Kahmi juga Ikatan Alumni UIA.

Memiliki Pengalaman sebagai Direktur Taman Pepidikan, Kepala SMA, Kepala SMK. Dan Dosen den di UIA dan STIMRA serta dosen tamu beberapa kampus saat di Surabaya.

Karir di dunia Marketing Menjadi Top Agen 1998 hingga menjadi Kepala Cabang Cirebon Jakarta dan Surabaya, dan Manager Training @ Developmen serta Internal Auidit

Aktivitas dakwah Training, Ceramah dan khutbah aktif memberikan kajian on line di Group WA Forum bisnis syariah. Kajian tibbun Nabawi, Kajian Hamba Allah, Kajian Ikhwan, Tholibil Ilmi dan BMI

Profesi selain dosen sedang menekuni Terapi Thibun Nabawi, training Bekam, Thib, hingga di Malaisia, gabung dengan Perkumpulan Bekan Indonesia dan Syiar Bekan Indonesia serta  Quranic Healing Indonesia. Punya pengalaman   Alhamdulillah selamat dari serangan Stroke atas izin Allah dan  diterapi orang tercinta di keluarga.  Selain itu meneruskan bakat menulis dari pengalaman wartanwan hingga pemred saying belum ada dana untuk terbit. Serta cia cita bisa membangun PESANTREN UNGGULAN  semoga Allah mengabulkan cita citanya..Aamiin Ya Rabbal Alamin.


KAJIAN PILIHAN